Share It

Rabu, 02 Mei 2012

Sistem Reproduksi Makhluk Hidup


1. Gametogenesis

    

Gametogenesis adalah proses diploid dan haploid yang mengalami pembelahan sel dan diferensiasi untuk membentuk gamet haploid dewasa. Tergantung dari siklus hidup biologis organisme, gametogenesis dapat terjadi pada pembelahanmeosis gametosis diploid menjadi berbagai gamet atau pada pembelahan mitosis sel gametogen haploid. Contohnya, tanaman menghasilkan gamet melalui mitosis pada gametofis. Gametofit tumbuh dari spora haploid setelah meiosis spora.
Gametogenesis meliputi spermatogenesis dan oogenesis. spermatogenesis merupakan pembentukan sel kelamin jantan (inti sel sperma), oogenesis merupakan pembentukan sel kelamin betina (inti sel telur/ovum). Gametogenesis melibatkan proses pembelahan sel mitosis dan meiosis.

Pembentukan Gamet (Gametogenesis)


Proses pembentukan gamet atau sel kelamin disebut gametogenesis, ada dua jenis proses pembelahan sel yaitu mitosis dan meiosis. Bila ada sel tubuh kita yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru melalui proses pembelahan mitosis, sedangkan sel kelamin atau gamet sebagai agen utama dalam proses reproduksi manusia menggunakan proses pembelahan meiosis.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa mitosis menghasilkan sel baru yang jumlah kromosomnya sama persis dengan sel induk yang bersifat diploid (2n) yaitu 23 pasang/ 46 kromosom, sedangkan pada meiosis jumlah kromosom pada sel baru hanya bersifat haploid (n) yaitu 23 kromosom. Gametogenesis ada dua yaitu spermatogenesis dan oogenesis,

       
                                      
                                                     

2. A. Menstruasi
Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi Periode ini penting dalam hali.reproduksi Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause. Selain manusia, periode ini hanya terjadi pada primata-primata besar, sementara binatang-binatang menyusui lainnya mengalami siklus estrus.
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.
Biasanya pada saat menstruasi wanita memakai pembalut untuk menampung darah yang keluar saat beraktivitas terutama saat tidur agar bokong dan celana tidak basah dan tetap nyaman. Pembalut harus diganti minimal dua kali sehari untuk mencegah agar tidak terjadi infeksi pada vagina atau gangguan-gangguan lainnya. Gunakanlah pembalut yang antibakteri dan mempunyai siklus udara yang lancar.

                                   
B.Fertilisasi


Fertilisasi adalah proses peleburan antara satu sel sperma dan satu sel ovum yang sudah matang. Proses pembuahan ini terjadi di bagian saluran Fallopii yang paling lebar. Sebelum terjadi poses pembuahan, terjadi beberapa proses sebagai berikut.
Ovum yang telah masuk akan keluar dari ovarium. Proses tersebut dinamakan ovulasi. Ovum yang telah masak tersebutakan masuk ke saluran Fallopii. Jutaan sperma harus berjalan dari vagina menuju uterus dan masuk ke saluran Fallopii. Dalam perjalanan itu, kebanyakan sperma dihancurkan oleh mukus (lendir) asa di dalam uterus dan saluran Fallopii. Di antara beberapa sel sperma yang bertahan hidup, hanya satu yang masuk menembus membran ovum. Setelah terjadi pembuahan, membran ovum segera mengeras untuk mencegah sel sperma lain masuk.
Hasil pembuahan adalah zigot. Kemudian mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai berikut: 
  1.     Zigot membelah menjadi 2 sel, 4 sel, dan seterusnya.
  2.   Dalam waktu bersamaan lapisan dinding dalam uterus menjadi tebal seperti spons, penuh     dengan pembuluh darah, dan siap menerima zigot.
  3.  Karena kontraksi oto dan gerak silia diding saluran Fallopii, zigot menuju ke uterus dan menempel di dinding uterus untuk tumbuh dan berkembang.
  4.   Terbentuk plsenta dan tali pusat yang merupakan penghubung antara embrio dan jaringan ibunya. Fungsi plasenta dan tali pusat adalah mengalirkan oksigen dan zat-zat makanan dari ibu ke embrio, serta menglirkan sisa-sisa metabolisme dari embrio ke peredana darah ibunya.
  5.   Embrio dikelilingi cairan amnion yang berfungsi melindungi embrio dari bahaya benturan yang mungkin terjadi.
  6. Embrio berusaha empat minggu sudah menunjukkan adanya pertumbuhan mata, tangan, dan kaki.
  7.  Setelah berusia enam minggu, embrio sudah berukuran 1,5 cm. Otak, mata, telinga, dan jantung sudah berkembang. Tangan dan kaki, serta jari-jarinya mulai terbentuk.
  8. Setelah berusia delapan minggu, embrio sudah tampak sebagai manusia dengan organ-organ tubuh lengkap. Kaki, tangan, serta jari-jariny telah berkembang. Mulai tahap ini sampai lahir, embrio disebut fetus (janin).
  9.  Setelah mencapai usia kehamilan kira-kira sembilan bulan sepuluh hari, bayi siap dilahirkan.
Jika ovum yang sudah masak tidak dibuahi oleh sperma, jaringan penyusun dinding rahim yang telah menebal dan mengandung banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh/runtuh. Bersama-sama dengan ovum yang tidak dibuahi, jaringan tersebut dikeluarkan dari tubuh lewat vagina dalam proses yang disebut menstruasi (haid).



                                                      
C.GESTASI / KEHAMILAN
Pada masa implantasi, hormon yang bekerja adalah esterogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut berperan untuk menjaga zigot selama perkembangannya.
Zigot akan membelah berkali-kali menghasilkan sel-sel yang sama besarnya dengan bentuk seperti buah arbei dan disebut morula. Morula ini akan terus membelah sampai terbentuk rongga yang disebut blastosol, fase ini disebut blastula.
Blastula ini akan berkembang membentuk gastrula yang memiliki 3 lapisan embrional yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah) dan endoderm (lapisan dalam).
Selain berbentuk 3 lapisan embrional, juga berbentuk beberapa membran yang berfungsi untuk melindungi embrio.
Perkembangan embrio meliputi pembelahan sel dan organogenesis lapisan embrional menjadi organ-organ tubuh.
                                                       
Perkembangan Zigot


Dalam perjalanannya ke uterus, zigot membelah secara mitosis berkali-kali. Hasil pembelahan tersebut berupa sekelompok sel-sel yang sama besarnya dengan bentuk seperti buah arbei yang disebut tahap morula. Morula akan terus membelah sampai terbentuk rongga. Tahap ini isebut blastula dengan rongga di dalamnya yang disebut blastosol.
Blastula terdiri dari sel-sel bagian luar (outer cell mass / trofoblast) dan sel-sel bagian dalam (inner cell mass / embrioblast). Sel-sel bagian luar blastula merupakan sel-sel trofoblast yang akan membantu implantasi blastula pada dinding endometrium uterus.
Sel-sel trofoblas membentuk tonjolan-tonjolan pertama ke arah endometrium yang berfungsi sebagai kait terhadap endometrium, selain itu sel trofoblas mengeluarkan enzim proteolitik yang mencerna dan cairkan sel-sel endometrium menjadi cairan dan nutrien yang ditransfer secara aktif oleh sel-sel trofoblas ke dalam blastula agar berkembang lebih lanjut Sel-sel bagian dalam blastula dijelaskan pada perkembangan embrio.


MEMBRAN GESTASI DAN PLASENTA



Membran kehamilan berfungsi untuk membantu proses sirkulasi, respirasi, ekskresi dan fungsi
penting lainnya selama embrio hidup dalam uterus. Selain itu dapat melindungi embrio terhadap
tekanan mekanis dari luar.
Membran kehamilan adalah sebagai berikut :
  • Sakus vitelinus (kantung telur) merupakan perluasan lapisan endoderm blastula dan tempat pembentukan sel-sel darah dan pembuluh darah pertama embrio.
  • Korion merupakan membran terluar yang tumbuh melingkupi embrio dengan ruang korion didalamnya. Korion membentuk vili korion di dalam endometrium yang berisi pembuluh darah embrio yang berhubungan dengan pembuluh darah ibu di dalam endometrium uterus.
    Korion dan jaringan endometrium uterus membentuk plasenta.
  • Amnion merupakan membran yang melingkupi embrio di dalam suatu ruang yang berisi cairan amnion. Cairan ini menjaga embrio agar bergerak bebas dan melindungi dari perubahan suhu dan goncangan dari luar.
  • Alantois merupakan membran pembentuk tali pusar (ari-ari) yang menghubungkan embriodengan plasenta pada endometrium uterus ibu.
    Dalam alantois terdapat pembuluh darah yang menyalurkan zat makanan dan oksigen dari ibu dan mengeluarkan sisa metabolisme.
PERKEMBANGAN EMBRIO

Embrio berkembang dari sel-sel bagian dalam blastula (embrioblas) yang terdiri dari 3 lapisan embrional, yaitu:
  1. lapisan luar (ektoderm)
  2. lapisan tengah(mesoderm)
  3. lapisan dalam(endoderm)
Ketiga lapisan ini akan berkembang menjadi berbagai organ (organogenesis) antara lain:
  • Ektoderm akan membentuk syaraf, mata, kulit dan hidung.
  • Mesoderm akan membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limpa dan kelenjar kelamin.
  • Endoderm akan membentuk organ-organ yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan dan pernafasan.
Proses organogenesis berlangsung antara minggu ke-4 sampai ke delapan dan di sebut sebagai masa embrio.
Selanjutnya mulai minggu ke-9 sampai beberapa saat sebelum kelahiran terjadi penyempurnaan berbagai organ dan pertumbuhan tubuh yang pesat. Masa ini disebut masa janin atau masa fetus.